Sunday, May 22, 2016

. . . Traveling: Day-1 Ep.Lost in Kuala Lumpur . . .

Bulan Mei Tahun 2016 ini dianugrahi dengan long weekend yang sayang sekali kalau sampai dilewatkan dengan begitu saja. Oleh karena itu, aku dan kedua temanku memutuskan untuk memberikan penghargaan bagi diri karena sudah dengan sabar dan patuh dalam mengemban tugas sebagai karyawan. Setelah menjalani diskusi yang cukup alot, akhirnya kita memutuskan untuk traveling ke Malaysia. Tujuannya sih ke Pulau Langkawi. Tapi sengaja ambil ekstra sehari untuk nikmatin Kota Kuala Lumpur dulu. Dan karena persiapannya cuma 2 Bulan-an, kalau ditanya harga tiket pesawat yang didapat, jujur harganya tidak begitu bersahabat bagi kaum backpacker. Ya mau gimana lagi, kalau mau liburan ala-ala backpacker sejati, ada baiknya memang persiapannya kurang lebih minimal 6 bulanan. Biasanya banyak tuh tiket pesawat yang harganya bikin senyum senyum sendiri.

Walaupun kita sama-sama berangkat dari Jakarta, tapi kita beli tiket beda maskapai. Karena terjadi kesalahan teknis ketika pemesanan tiket pesawat tersebut. Kedua temanku berangkat dengan maskapai KLM Royal Deutch dan aku dengan maskapai Malaysia Airlines. Kita berencana ketemuan di KLIA di bagian pengambilan bagasi. Penerbangan kita berbeda setengah jam. Malaysia Airlines berangkat setengah jam lebih awal dibanding KLM Royal Deutch. FYI, jika kalian berniat berangkat ke KL dengan pesawat terbang maskapai Malaysia Airlines, sebaiknya langsung saja membeli tiket PP karena harga yang ditawarkan sangat berbeda dibanding membeli tiket one way.


Dan tibalah tanggal 4 Mei 2016 yang ditunggu-tunggu, yakni hari keberangkatan.
Penerbanganku jam 6:15 PM, cuma aku sudah berangkat dengan Bus Damri dari terminal Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta dari jam 2:00 PM guna mengantisipasi macet dijalan menuju bandara karena long weekend. Dan benar saja, sesuai prediksi. Macetnya paraaaahhh sekaliiii. Terus terang feelingku sudah jelek setelah mengalami macet parah di Tol menuju Soekarno-Hatta. Perasaan khawatir dan panik benar-benar bercampur aduk. Karena kedua temanku baru berangkat menuju bandara sekitar jam 3:30 PM. Hanya saja aku masih berusaha untuk tenang dan berdoa semoga mereka bisa datang tepat waktu.


Sebenarnya ketika dipesawatpun aku masih khawatir dengan keadaan mereka. Cuma aku berusaha untuk tenang dan menikmati perjalanan saja.


Keadaan KLIA jam 10:30 PM Waktu Malaysia.

Sebelum masuk imigrasi, aku mencari stand Digi dulu. Aku harus segera mengaktifkan paket internet supaya bisa tetap berkomunikasi dengan kedua temanku dan sekaligus untuk mengaktifkan aplikasi Google Map. Paket Digi internet seminggu dibandrol dengan harga MYR 25. Koneksi nya sangat baik dan stabil karena sudah berjaringan LTE/4G.

Setelah melewati imigrasi dan masuk ke zona pengambilan bagasi. Temanku akhirnya menghubungiku via WA dan mengatakan bahwa mereka ketinggalan pesawat. Speechless sekali saat itu. Aku langsung memutar otak bagaimana caranya agar bisa sampai ke Hotel yang sudah di booking temanku dengan selamat. Opsi teraman menuju KL sentral adalah dengan KLIA Ekspres, namun tiketnya terbilang mahal dibanding jika kita naik Kereta KLIA Transit ataupun Bus. Karena malam sudah semakin larut, akupun akhirnya memutuskan memilih naik KLIA Ekspres. Harga Tiket KLIA Ekspress dibandrol seharga MYR 55.


Perjalanan dari KLIA-KL Sentral kira-kira memakan waktu tempuh sekitar 28-30 menit. Keretanya nyaman dan bersih serta tertata dengan sangat baik. Worth the money.



Sesampai di KLIA Sentral, aku bingung dan takut untuk naik taksi seorang diri menuju hotel. Sebelumnya aku sempat mendengar mengenai Taxi Scam yang juga sering terjadi di Kuala Lumpur. Karena melihat mukaku yang keliatan bingung, salah seorang Ibu yang berkewarganegaraan malaysia menghampiriku dan menanyaiku kemana tujuanku. Ibu itu lalu menemaniku menuju konter pembayaran voucher taksi (KL Sentral Taxi Coupon Counter). Konter tersebut terdiri dari 2 kategori taksi yakni Budget Taxi dan Premier Taxi. Aku memilih Budget Taxi, lalu kita diminta untuk menyebutkan tujuan kita beserta jumlah koper kita. Nanti otomatis akan muncul dilayar kasir harga yang harus dibayarkan. Setelah membayar voucher taksi, kita lalu diminta menghampiri kumpulan taksi yang sudah terparkir didepan KL Sentral. Perlu diingat, kita tidak perlu membayar lagi taksi walaupun argo taksi masih dihidupkan oleh supir. Biaya taksi sudah termasuk dengan apa yang dibayarkan ketika di KL Sentral Taxi Counter tadi.

Beruntung supir taksi yang aku temui tersebut sangat baik. Beliau berkewarganegaraan Malaysia keturunan India. Sebenarnya Hotel yang aku tuju cukup sulit ditemui, usut punya usut ternyata hotel tersebut baru. Jadi beberapa supir taksi tidak tahu lokasi pasti Hotel tersebut. Namun beliau dengan sabar membantu mencari hotel tersebut. Setibanya di Hotel pun, beliau belum pergi sampai aku selesai check in. Ketika aku menunjukan kunci Hotel kepadanya barulah beliau pergi.

Selama di Kuala Lumpur, aku menginap di Leo Leisure Hotel @central market
Jalan Hang Kasturi, Malaysia


Yup.. Kamar ini memang dipesan untuk tiga orang. Walaupun pada akhirnya aku sendirian yang tidur disini.



Sekian cerita singkat perjalananku,
Berikutnya aku akan pos semua cerita perjalananku dalam beberapa part kedepannya.
Semoga bermanfaat dan I'll see y'all soon on my next post

0 komentar:

Post a Comment

Feel free to leave any comments here ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Hazeldazel Blogger Template by Ipietoon Blogger Template